☝️INI TERNYATA RAHASIANYA....
Dahulu, di awal-awal belajar bahasa Arab, selalunya yang saya pelajari adalah ilmu Nahwu. Ilmu Shorof hampir tidak pernah dipelajari. Sehingga setelah sekian lama belajar, saya tetap menemui kesulitan dalam membaca kitab gundul.
Kenapa?
Sebab fokus ilmu Nahwu adalah harokat akhir sebuah kata. Sedangkan ilmu Shorof mengajarkan semua harokat huruf penyusun kata. Maka bisa kita bayangkan betapa sulitnya membaca sebuah kata jika kita tidak mengetahui harokat-harokat dari kata itu dari awal. Sebab akan banyak kemungkinan.
Misalnya saja –jika kita tidak mengetahui pola katanya- kata berikut bisa kita baca begini:
مُسُجُدٌ – مُسِجَدٌ – مَسَجِدٌ – مِسَجُدٌ – مِسِجِدٌ – مَسَجَدٌ – مَسِجُدٌ – ….
Ada sekian banyak kemungkinan. Berbeda halnya dengan harokat akhir kata yang hanya empat kemungkinan: dhommah, fathah, kasroh, dan sukun. Dan jika kita tidak tahu harokat pastinya, kita bisa sukunkan saja seperti kita mewaqofkan ayat al-Qur’an yang jika baca.
Terbayang bukan, betapa sulitnya kita membaca sebuah kata jika kita tidak menguasai ilmu Shorof.
Namun, jika kita menguasai ilmu Shorof dengan baik, kita akan mudah membaca sebuah kata meski kita sukunkan akhirnya jika kita tidak tahu harokat pastinya.
Akhirnya, setelah mempelajari dan menghafal TASHRIFAN, saya jadi tercerahkan. Mufrodat yang saya miliki jadi meningkat pesat. Dan saya pun jadi tahu berbagai variasi pola kata yang sering digunakan dalam literatur-literatur berbahasa Arab.
Oleh karena itu, saya sangat menyarankan Anda yang ingin lancar membaca kitab gundul untuk mempelajari TASHRIFAN. Pelajarilah dari awal sampai akhir. Hafalkan pola-pola kata yang ada. Hafalkan pula mufrodat-mufrodatnya. Insya Allah, setelah selesai mempelajari TASHRIFAN, kemampuan bahasa Arab Anda akan meningkat pesat.
Tidak percaya?
Silakan dicoba!
📚 FAHIMNA PUBLISHING
Pemesanan buku terbitan FAHIMNA PUBLISHING bisa menghubungi NO WA: http://wa.me/62895352886439
Tidak ada komentar:
Posting Komentar