MENIKMATI PROSES
"Sabar... sedikit demi sedikit... jangan tergesa-gesa... nikmati proses..."
Demikian kira-kira nasihat yang biasa terdengar dari orang-orang yang sudah sukses membangun bisnisnya. Dan memang benar nasihat ini.
Saya kenal dengan orang yang punya sebuah perusahaan. Baru awal merintis dia ingin segera cepat besar. Akhirnya, karena salah langkah, perusahaannya pun bubar.
Namun sebaliknya, ada orang yang sabar memulai usaha dari nol. Sedikit demi sedikit dia kembangkan usahanya. Prosesnya dinikmati. Akhirnya sekarang, usahanya menjadi besar dan tersebar di mana-mana.
Bagi saya, nasihat ini memang dahsyat. Dan saya yakin, orang-orang cerdik pandai banyak yang tau. Sayangnya terkadang, godaan dunia telah mendorong sebagian orang untuk melanggarnya.
...
Selain dalam urusan bisnis, nasihat ini bisa juga dipakai dalam urusan lain. Dalam hal belajar misalnya.
Diantara cara belajar yang baik adalah dengan jurus yang biasa saya sebut 'jurus makan bubur ayam'. Pelan-pelan saja, sedikit demi sedikit, sambil dinikmati setiap suapannya.
Kalau mau bersabar, lama-lama bubur itu akan masuk ke perut. Kita pun akhirnya merasa kenyang.
Beda kalau kita tergesa-gesa. Bisa-bisa malah keselek nantinya.
Orang Arab mengatakan:
من كبّر اللقمة غصّ، ومن صغّر شبع
Barangsiapa yang memperbedar suapan, maka dia akan tersedak. Dan barangsiapa yang memperkecil suapan, maka dia akan kenyang.
Dalam ibadah juga sama. Saya teringat dengan hadits yang mengatakan:
أحبّ الأعمال إلى الله تعالى أدومها وإن قلّ
"Amalan yang paling dicintai Allah adalah yang kontinyu, meskipun hanya sedikit". (HR. Muslim)
Ya, yang penting kontinyunya. Kesabaran dalam menjalaninya. Meski jumlahnya sedikit.
Kita tentu ingat dengan pepatah yang mengatakan: Sedikit demi sedikit lama-lama menjadi bukit!
Jadi, dalam hal-hal positif lainnya, kita bisa terapkan metode ini.
Sedikit demi sedikit, sabar, dan nikmati proses.
Semoga bermanfaat.
@MuhammadMujianto
Tidak ada komentar:
Posting Komentar