Rabu, 19 Januari 2022

MAMA JAJAN

 ๐Ÿฌ MAMA... JAJAN...!


Dahulu, ucapan ini begitu sering saya dengar. Ucapan ini berasal dari anak-anak  tetangga di sekitar tempat saya ngontrak, waktu masih tinggal di sekitar Kampus IPB Dramaga.


"Mamaa... Jajaan...!"


Kadang suara ini datang di pagi hari. Kadang juga di siang dan sore hari. Suara ini berasal dari anak-anak kecil usia sekitar 2-3 tahunan.


Kadang mereka mengucapkannya berkali-kali. Seringnya sambil merengek-rengek. Jika tidak dikabulkan keinginannnya, mereka pun menangis sekencang-kencangnya. Mereka tidak peduli, apakah orang tuanya sedang punya uang atau tidak. Pokoknya jajan, titik!


Barangkali Anda juga tidak asing dengan ucapan ini. Atau, bisa jadi mungkin malah datang dari anak-anak Anda di rumah. Atau anak tetangga Anda.


*****


Memang, ucapan ini bukanlah sebuah ucapan yang aneh. Ini adalah ucapan yang biasa dan memang sering terdengar di mana-mana.


Namun, saya ingin mengajak Anda semua untuk merenung sejenak. Mari kita luangkan waktu untuk mengingat kejadian beberapa tahun silam. Mungkin puluhan tahun silam. 


Ternyata, kita juga dahulu sering mengucapkan kata-kata ini. Dahulu, kita juga sering merengek-rengek kepada orang tua kita untuk dibelikan jajan. Kalau tidak dituruti kadang kita akan menangis, bahkan ngamuk-ngamuk. Kita tidak mau tahu keadaan orang tua. Kita tidak peduli apakah orang tua sedang punya uang atau tidak.


Kalau  sudah tidak ingat lagi, coba tanyakan saja kepada orang tua Anda semua. Saya yakin mereka masih ingat dengan semua itu.


Alhamdulillah sekarang kita sudah tumbuh dewasa. Kita sudah berkeluarga. Bahkan banyak diantara kita yang sudah punya anak-anak. Kita juga sudah bisa mencari nafkah sendiri.


Namun, masih ingatkah kita dengan kejadian masa kecil dulu? Masih ingatkah kita betapa kita dulu sering membuat repot orang tua kita? Masih ingatkah kita betapa dulu sering meminta uang jajan kepada orang tua kita?


Lalu, setelah kita sukses sekarang ini, apa yang bisa kita berikan kepada orang tua kita? Apa yang sudah kita persembahkan kepada orang tua kita untuk membahagiakan mereka?


Saat kita menerima gaji setiap bulan, adakah nama orang tua kita terlintas di benak untuk menjadi daftar orang-orang pertama yang akan kita traktir? Saat kita menerima rezeki melimpah, adakah nama orang tua terdaftar sebagai orang-orang yang pertama akan kita bahagiakan dengannya?


Atau, jangan-jangan... kita malah lebih ingat dengan teman-teman kita?


Naah...


Barangkali itu saja...


Selamat merenung!


Semoga kita semua termasuk ke dalam golongan orang-orang yang berbakti kepada kepada kedua orang tua. 


Amiin….


@MuhammadMujianto

Tidak ada komentar:

Posting Komentar