KEMUNGKINAN TERBURUK
Saya ingin tanya sama Antum. Lebih sakit mana: Dilempar pake kulit pisang atau dilempar kulit pisang?
Mmm... Kayaknya sama sakitnya ya? Nggak beda soalnya. Sama-sama dilempar.
Thoyyib, sekarang begini...
Misalnya kita sama-sama dilempar (pake) kulit pisang. Mana yang kira-kira lebih sakit: Kita tau bakalan dilempar atau kita nggak tau bakalan dilempar?
Dugaan kuat saya, Antum akan jawab yang kedua. Sebab kita nggak ada persiapan. Kalau kita tau bakalan dilempar pake kulit pisang, paling tidak kita bakalan merem-merem dulu buat meringankan rasa sakit. Ya, nggak?!
Nah, ini dia nih yang ingin saya sampaikan. Untuk mengurangi rasa sakit, hendaknya kita mempersiapkan diri dalam menghadapi kemungkinan terburik -eh- terburuk.
Sobat...
Dalam hidup terkadang kita mengalami hal-hal yang diluar dugaan. Kalau itu hal yang menyenangkan sih masih mending. Tapi terkadang, hal-hal yang tidak kita harapkan itulah yang terjadi. Dan terkadang kita merasakan sakit karenanya. Sakit sekali malah. Maka, untuk meredamnya, hendaknya kita bersiap diri.
Bersiap diri untuk apa?
Yaaah, kan udah dibilangin di atas! Bersiap diri untuk menghadapi kemungkinan terburuk.
Bil mitsal yattadhihul maqool..
Misalnya kita pulang kerja malam-malam pakai motor. Di tengah jalan hujan. Tiba-tiba ban motor bocor. Bengkel jauh. Doronglah kita sambil bermandikan air hujan.
Tiba di bengkel, HP kita bunyi. Ada tulisan 'YAYANGKU' di kayar HP.
'Ada apa Mah?'
'Papah, tolong sambil lewat beliin comro di deket lampu merah Indo Mart ya? Lagi pengen makan comro nih... Minta tambahin sama si abangnya....'
'Ok, sip! Oya, tolong nanti sampe rumah bikinin kopi hitam setengah gelas ya.... Sama siapin air hangat buat mandi... Lagi di bengkel nih. Ban bocor. Mungkin pulang agak telat...'.
Pada kasus ini, bisa ada dua kemungkinan. Bagi Si Suami dan bagi Si Istri.
Kemungkinan terbaik:
✨Suami pulang bawa comro yang dipesannya.
✨Istri di rumah sudah masak air panas buat bikin kopi dan juga buat mandi.
Kemungkinan terburuk:
✨Suami lupa beliin comro karena buru2. Atau tukang comronya lagi cuti untuk batas waktu yang tidak ditentukan.
✨Istri ketiduran karena lama nunggu. Kopi nggak ada, air panas juga udah dingin.
Tentu akan menyakitkan kalau Si Istri hanya membayangkan kemungkinan terbaik. Dalam bayangan dia sedang menikmati comro sambil ditemani teh manis hangat. Baskom di rumah sudah di keluarin untuk menyambut kedatangan comro kesukaan.
Kemudian, tentu akan menyakitkan juga jika suami hanya membayangkan yang enaknya saja. Sambil jalan di tengah hujan dia bayangkan sampai rumah istri sudah menyambut di depan rumah. Sambil senyum dia membawakan tas ke dalam. Kopi sudah siap dan air hangat pun sudah tersedia buat mandi.
Tapi ternyata....
Diluar dugaan. Bahkan jauh di luar dugaan.
Gimana kira-kira perasaan Antum kalo ngadepin kayak gini? Sakit kan ya? Ngaku aja deh...
Namun, beda halnya jika kita sudah siapkan diri untuk kemungkinan terburuk. Insya Allah sakitnya agak lebih bisa diredam. Bahkan bisa jadi biasa saja. Sebab kita sudah siapkan pemakluman-pemakluman.
Gimana, sudah jelas maksudnya?
Jurus ini bisa kita pakai dalam banyak hal. Dalam ujian sekolah, dalam bisnis, dalam pertandingan olah raga, dalam lomba-lomba, dalam melamar kerja, bahkan dalam melamar wanita (Ups!).
Udah gitu ajah.
Kalau bermanfaat, silakan jurus ini dipake.
Gratis!
Nggak perlu bayar royalti.
Demikian.
Wassalam.
@MuhammadMujianto
Tidak ada komentar:
Posting Komentar