Rabu, 19 Januari 2022

MENJAGA WIBAWA PASANGAN

 MENJAGA WIBAWA PASANGAN


@MuhammadMujianto


"Orang tua tentu sayang dengan anaknya. Orang tua tentu ingin anaknya hidup bahagia. Dan orang tua tentu tidak suka jika anaknya disakiti orang lain."


Inilah yang mestinya difahami oleh orang yang sudah menikah. Sehingga, mereka tidak gampang menceritakan kekurangan yang ada pada pasangan hidup kepada orang tua masing-masing. Kenapa? Agar tidak berpotensi tumbuhnya benih kebencian mertua terhadap menantunya.


Terkadang, sebagian orang tidak faham hal ini. Setiap ada masalah dalam rumah tangga, langsung disampaikan ke orang tua. Bahkan untuk hal yang sepele sekalipun diceritakan juga.


Akibatnya, mertua jadi tidak lagi percaya dengan menantunya. Sikapnya jadi berubah. Tadinya suka, sekarang jadi benci. Kalau ketemu, suasana jadi tidak nyaman.


Kalau sudah begini keadaannya, bagaimana hidup bisa tenang dan damai???!!!


Kenyataan membuktikan, diantara faktor terjadinya keretakan dalam rumah tangga adalah adanya hubungan kurang harmonis antara mertua dan menantu. Dan penyebabnya terkadang bukan orang luar. Tapi orang dalam sendiri, yaitu si anak yang tak pandai menjaga lisan.


Istri tak pandai masak, ngeluh ke orang tua...


Istri malas bersih-bersih, ngeluh ke orang tua...


Suami telat memberi uang belanja, ngeluh ke orang tua...


Suami kurang perhatian, ngeluh ke orang tua...


...


Coba kalau sekarang begini. Setiap anak hanya menceritakan kebaikan pasangannya. Dan dia pandai menutupi kekurangan pasangannya. Saya yakin, insyaallah, kehidupan rumah tangga mereka akan jauh lebih baik. 


Saya jadi teringat sebuah kisah. Kisah seorang pemuda miskin yang datang meminang wanita anak seorang kaya.


Namun, dia adalah seorang wanita yang shalihah. Dia mau menerima pinangan pemuda miskin itu, dan siap bersabar hidup susah bersamanya.


Suatu hari, saat pemuda miskin ini berkunjung ke mertuanya, sang mertua menasihatinya agar tidak tidak keseringan memberi makan istrinya daging dan buah, karena dia sudah bosan katanya.


Pemuda ini kaget dengan ucapan mertuanya. Sebab, dalam kesehariannya, dia selalu makan makanan sederhana. Kalau pun makan daging dan buah, itupun paling hanya sebulan sekali. 


Istrinya pun bercerita. Setiap dia berkunjung ke rumah orang tuanya dan diberi hidangan daging dan buah, dia selalu berkata bahwa dirinya sudah bosan makan makanan ini. Dia ingin makanan yang biasa saja. 


Istrinya berkata begitu karena ingin menjaga kehormatan dan wibawa suami di hadapan orang tuanya. 


Naah..


Beginilah seharusnya suami-istri. Berusaha sebisa mungkin untuk saling menjaga wibawa pasangannya di hadapan orang lain. Termasuk dihadapan orang tuanya. 


Demikian.


Semoga bermanfaat.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar