✏PENERJEMAH
Di awal belajar bahasa Arab, saya selalu ingatkan ke teman-teman yang belajarnya di luar pondok pesantren. Saya ingatkan untuk FOKUS dulu pada KEMAHIRAN MEMBACA (مهارة القراءة) atau READING SKILL.
Kenapa?
Sebab, kemahiran ini yang paling mudah dipelajari. Sarana belajarnya juga seabreg di internet. Baik yang gratis maupun yang berbayar. Pelatihan onlinenya juga banyak.
Ditambah lagi, kemahiran ini pula yang paling kita butuhkan sehari-hari. Dengannya, kita bisa mempercantik ibadah kita sehari-hari yang bersentuhan langsung dengan bahasa Arab, seperti shalat, dzikir, do'a, dan tilawah al-Qur'an.
Ituh!
Makanya terkadang mungkin banyak orang merasa berat ketika awal belajar bahasa Arab karena dia nggak fokus belajarnya. Semua kemahiran pingin dia pelajari di awal. Dia pingin bisa ngomong, dengerin syekh ceramah, dan pingin bisa nulis makalah berbahasa Arab. Akhirnya dia pun keberatan dan berhenti di tengah jalan.
Beda keadaanya kalau kita belajarnya di pondok pesantren. Waktu kita memang fokus untuk belajar. Pembimbing juga ada. Jadi nggak masalah kalau belajar semua kemahiran langsung diawal. Kemahiran mendengar, ngomong, menulis, dan membaca.
Jauh sekali keadaannya dengan kita yang belajarnya kadang seminggu cuma berapa kali. Udah gitu kita selingi dengan kesibukan nyari nafkah, ngurus keluarga, dll. Ditambah lagi tidak ada guru yang membimbing langsung. Tentu akan berat kalo harus belajar semua di awal. Apalagi bagi yang sudah berumur.
Nah, demikian..
Sekarang, saya ingin memberi masukan lagi nih..
Bagi Antum yang sudah menyelesaikan kaidah dasar Nahwu-Shorof, coba Antum praktekan kaidah yang sudah Antum pelajari. Misalnya dengan menerjemahkan tulisan-tulisan berbahasa Arab. Supaya Antum semakin faham dengan kaidah yang selama ini Antum pelajari.
Banyak orang bilang:
" Belajar teori Nahwu-Shorof mah gampang... Sebentar juga faham. Yang susah itu prakteknya... Apalagi kalau sudah dihadapkan dengan kalimat panjang..!"
Nah...!
Memang demikian. Makanya kita kudu banyak latihan. Nggak cukup dengan teori saja.
Banyak manfaat yang bisa kita dapat dengan sering latihan menerjemahkan. Diantaranya:
1. Semakin faham kaidah yang sudah kita pelajari.
2. Jadi tau penerapan kaidah dalam tulisan panjang.
3. Jadi semakin banyak mufrodat.
4. Melatih kemampuan menulis dengan bahasa Indonesia.
Makanya..
Dahulu kala, sepulang saya dari Dauroh Bahasa Arab selama sebulanan mempelajari Kitab Mulakhosh di Ponpes Al-Furqon Gresik Jawa Timur, saya coba latihan menerjemahkan. Saya mulai dari menerjemahkan buletin-buletin berbahasa Arab.
Tidak puas dengan buletin, saya lanjut ke kutaibat (buku-buku saku) berbahasa Arab. Dan, untuk menguji kualitas terjemahan, maka sebagian naskah terjemahan saya coba kirim ke beberapa penerbit Islam. Alhamdulillah sebagiannya diterima.
Naaah...! Begituh ceritanyah!
Oya, saya jadi teringat dengan perkataan seorang teman. Sebut saja namanya Kumbang. Waktu masih kuliah di LIPIA, dia pernah dinasihatin dosennya begini:
"Mbang, coba Antum latihan menerjemah.......".
Setelah itu, teman saya itu pun terlihat mulai aktif menerjemahkan kitab.
Dan memang...
Modal kemahiran bahasa Arab saja nggak cukup untuk bisa menerjemahkan kitab dengan baik. Kita juga kudu mahir merangkai kata dalam bahasa Indonesia, agar mudah difahami orang. Dan itu akan mudah kita lakukan kalau kita sudah sering latihan menerjemah.
Demikian.
Semoga yang sedikit ini bermanfaat. Terutama buat Antum-Antum semua yang saat ini sedang belajar bahasa Arab.
Silakan diminum kopinya..
Wassalam.
Bogor, Sabtu pagi 14/1/2017
Muhammad Mujianto al-Batawie
📒 BELAJAR BAHASA ARAB DARI NOL
💦 ILMU NAHWU MUDAH
👇KLIK👇
https://drive.google.com/file/d/1q72ydSly1vVdkND3ZCfGasr4b7QgdMas/view?usp=drivesdk
💦 ILMU SHOROF MUDAH
👇KLIK👇
https://drive.google.com/file/d/1q5wxLaThQjAMTvIVdQCOMK0l4B_R2Hw6/view?usp=drivesdk
👇PENJELASAN LENGKAP👇
https://t.me/berkenalandenganbahasaarab
✊SEMANGAT BELAJAR✊
Tidak ada komentar:
Posting Komentar